Pages

ISO 9001:2008, Butuh Komitmen dan Konsistensi

Urusan kualitas memang tak dapat dianggap sepele. Jika dulu harus ada pengontrolan kualitas (quality control) untuk setiap produk, kini itu saja tak cukup. Konsumen perlu jaminan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas baik. Maka, kini jaminan kualitas (quality assurance) menjadi yang utama. Untuk menjamin kepuasan konsumen, semua perusahaan mulai memasukkan kualitas sebagai salah satu aspek penting dalam produksinya.

Bahkan, kini jaminan kualitas ternyata tak hanya berlaku untuk sebuah produk berbentuk fisik. Pelayanan jasa pun harus menunjukkan kualitasnya, agar memuaskan pihak-pihak lain. Untuk itu, sejumlah instansi mulai dari institusi pendidikan, lembaga pemerintahan, dan lain-lain sudah mengenal dan menggunakan sistem manajemen mutu/kualitas. Tujuannya, agar kinerja semua personel dan lembaganya secara keseluruhan dapat semakin baik.

Untuk menjamin kualitas, ada sejumlah standar internasional yang dapat digunakan semua organisasi, baik itu organisasi profit dan non profit, salah satunya ISO (International Standard Organization) 9001:2008. ISO 9001:2008 merupakan sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional. ISO 9001:2008 banyak digunakan untuk sertifikasi sistem manajemen mutu bagi perusahaan dan menyediakan prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktivitas rutin perusahaan yang bersangkutan.  

Untuk mengimplementasikan sistem manajemen mutu, perusahaan atau instansi harus mempunyai komitmen dan konsistensi dalam menjalankannya. Sebab inilah tujuan dari pelaksanaan sistem manajemen mutu dalam perusahaan atau instansi, membuat semua proses bisnis rutin di dalamnya berjalan secara konsisten dan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Imbasnya, proses bisnis yang konsisten dan sesuai prosedur akan memberikan kepuasan bagi konsumen.

Ada delapan prinsip manajemen pada ISO 9001:2008 yang dapat dimanfaatkan organisasi. Pertama, organisasi yang berfokus pada pelanggan. Kedua, Kepemimpinan (leadership). Ketiga, keterlibatan orang-orang di dalamnya atau manajemen sumber daya. Keempat, pendekatan terhadap proses pendekatan yang sistematik pada manajemen. Kelima, pembuatan keputusan yang faktual. Keenam, pendekatan nyata. Ketujuh, hubungan saling menguntungkan dengan pemasok. Terakhir, peningkatan berkesinambungan (continuos improvement).

            Banyak manfaat yang dapat dirasakan perusahaan atau organisasi lainnya dengan mengimplementasikan sistem manajemen mutu menggunakan ISO 9001:2008 sebagai tools-nya. Pertama, meningkatkan kepercayaan pelanggan dan semua stakeholder. Kedua, adanya jaminan kualitas produk dan proses. Ketiga, meningkatkan produktivitas perusahaan dan “market gain”. Keempat, meningkatkan motivasi, moral dan kinerja karyawan. Kelima, sebagai alat analisa dengan kompetitor perusahaan. Keenam, meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok. Ketujuh, meningkatkan cost efficiency dan keamanan produk. Kedelapan, meningkatkan komunikasi internal. Selanjutnya, meningkatkan image positif perusahaan. Kemudian, menjadikan sistem terdokumentasi. Terakhir, sebagai media untuk pelatihan dan pendidikan.

Namun, untuk menerapkan sistem manajemen mutu, ada dua hal yang harus dipegang, yaitu komitmen dan konsistensi. Sudah lumrah jika di hampir semua organisasi, terkadang prosedur tidak dijalankan secara utuh dan benar. Selain dapat menimbulkan perkeliruan, prosedur yang tidak lengkap dapat merugikan organisasi maupun konsumen. Selain itu, organisasi akan sulit melakukan proses dokumentasi terhadap sistem yang berlaku. Tidak sedikit anggota organisasi atau perusahaan yang kemudian resisten terhadap penerapan ISO 9001:2008. Alasannya, banyak orang menganggap ISO 9001:2008 sebagai tambahan pekerjaan yang tidak penting atau mereka sudah terlalu nyaman dengan kondisi sebelumnya. Inilah tantangan terberat dari penerapan ISO 9001:2008.

Maka, tugas pimpinan dan jajaran manajemen di dalam organisasi untuk membuat penerapan ISO 9001:2008 dapat terlaksana dengan lancar. Sebagai permulaan, setelah organisasi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan ISO 9001:2008, manajemen harus melakukan sosialisasi, komunikasi dan konsolidasi dengan seluruh elemen yang ada di dalam organisasi. Tujuannya, supaya anggota organisasi memahami pentingnya ISO terhadap kinerja mereka sendiri dan mungkin pada remunerasi yang akan mereka terima jika kinerjanya meningkat. Setelah itu, segeralah susun prosedur yang jelas untuk semua proses bisnis dalam organisasi serta harus ada unit tersendiri yang khusus mengawal implementasi sistem manajemen mutu dalam organisasi. Jangan lupa, perbanyak pelatihan dan workshop terkait sistem manajemen mutu bagi semua level anggota organisasi dengan menghadirkan konsultan-konsultan terbaik. Jika hal ini sudah dilakukan, maka organisasi akan siap jika suatu saat dilakukan audit baik audit mutu internal (AMI) maupun audit mutu eksternal (AME).

            
Penulis : Patimah

No comments:

Post a Comment